Senin, 31 Oktober 2011

Bunga Kenop (Gomphena globosa L)

Tumbuhan ini berasal dari Amirika tropis ditemukan dengan ketinggian  1 hingga 1.300 meter  diatas permukaan laut. Bunga kenop memiliki nama Gomphrena Globosa L merupakan  tanaman herba yang tingginya bisa mencapai 60cm. Batangnya  hijau kemerahan, berambut, membesar pada ruas percabangan, daunnya berhadapan, bertangkai bentuk daun bulat telur sungsang sampai memanjang dengan panjang hingga 10 cm,lebar  2 hingga 5 cm.Sedangkan ujungnya meruncing  warna hijau berambut kasar dibagian atas dan halus dibagian bawah, bunga berbentuk bonggol, warna rambut putih , warna merah tua keungu – unguan, seperti bola ada yang berwarna putih.

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Farmakologi cina menyebutkan bahwa bunga kenop memiliki rasa manis dan netral. Bunga kenop juga memiliki kandungan kimia yang khas, yaitu gomphresin I, II, III, V, dan VI. Efek farmakologis bunga kenop di antaranya antibatuk, antiasma, dan antiradang mata.

Bunga kenop berkhasiat sebagai obat batuk , sesak napas, peluruh dahak dan obat radang mata. Kandungan kimia nya antara lain Gompherenin, amarathin, minyak asiri, flavon atau saponin yna berkhasiat sebagai peluruh dahak. Untuk pengobatan biasanya yang dipakai adalah bunga atau bagian tanaman  yang lainnya baik kondisi kering atau masih basah.

Penggunaanya harus hati –hati karena bisa menyebabkan keracunan bila penggunaannya terlalu banyak. Ciri orang keracunan bunga kenop adalah gejala kering ditenggorokan. Bila penggunaanya dikurangi  atau dihentikan  dengan sendirinya rasa kering akan hilang sendiri. Tidak ada kontra indikasi yang spesifik.
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Bunga atau seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.
KEGUNAAN:
Asthma bronchial, radang saluran napas acute dan menahun (acute
dan chronic bronchitis).
Batuk rejan (Pertusis)
Radang mata, sakit kepala
Panas pada anak, mimpi buruk (night screaming).
Dysentery.
PEMAKAIAN LUAR:
Tanaman segar dilumatkan, dipakai pada bagian tubuh yang sakit atau direbus, untuk cuci. Dipakai untuk luka terpukul atau koreng.
CARA PEMAKAIAN:
Asthma bronchial:
10 kuntum bunga direbus, ditambah arak kuning, minum secara
rutine 3 kali.
Buang air kecil tidak lancar: 3-10 gr bunga direbus, diminum.
Panas pada anak (karena gangguan liver):
7-14 kuntum bunga segar direbus, minum.
Desentri:
10 kuntum bunga segar ditambah arak kuning, rebus, minum.
Bronchitis chronis:
Sudah dibuat obat suntik, disuntikkan pada titik akupunktur. 10%
penderita, timbul rasa kering di tenggorokan setelah mendapat
suntikan, tapi hanya sementara.
Menambah nafsu makan
Cuci 20g herba segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa dua gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum. Sehari dua kali, masing masing satu gelas.

PERHATIAN : Keracunan terjadi karena pemakaian terlalu banyak yang biasanya memiliki gejala rasa kering ditenggorokan. Bila peng­gunaan obat ini dihentikan atau dikurangi, maka rasa kering ini akan hilang dengan sendirinya. Tidak ada kontra indikasi yang spesifik.
Data dari berbagai sumber.

1 komentar: