Selasa, 25 Oktober 2011

Brotowali (Tinospora crispa {L} Miers)

Merupakan tumbuhan liar yang banyak dijumpai di hutan, ladang atau biasa ditanam sebagai tanaman pagar. Brotowali tumbuh merambat dan hidup subur di daerah tropik (panas).Tumbuhan brotowali memiliki batang sebesar ibu jari kelingking atau jari-jari tangan dan bagian kulit batangnya berbintil-bintil. Daunnya besar, tunggal dan berbentuk seperti jantung agak bulat telur berujung lancip dengan panjang 7-12 cm dan lebar 5-10 cm. Tumbuhan brotowali dikenal juga dengan nama andawali(Sunda), antawali(Bali), bratawali(Melayu), putrowali, Brotowali(Jawa Tengah),daun gadel dan lain-lain.



Klasifikasi :
Kingdom      : Plantae (Tumbuhan).
Subkingdom   : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh).
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji).
Divisi       : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga).
Kelas        : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil).
Sub Kelas    : Magnoliidae.
Ordo         : Ranunculales.
Famili       : Menispermaceae.
Genus        : Tinospora.
Spesies      : Tinospora tuberculata Beumee.

Kegunaan tanaman obat tradisional brotowal: kencing manis (diabetes melitus), demam, radang hati (hepatitis), rematik, sciatika, sakit perut, diare, malaria, kudis, koreng, menambah nafsu makan.

Pemakaian Luar: 
koreng, luka pada kulit: daun brotowali secukupnya dilumatkan hingga halus lalu ditempelkan pada bagian yang sakit, lakukan 2 kali sehari. Untuk mecuci luka gunakan air rebusan brotowali.
Kudis (skabies); 3 jari batang brotowali, 3,5 gram bubuk belerang ditumbuk hingga halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya dan diaduk rata lalu dibalurkan pada bagian yang sakit 2 kali sehari.
Pemakaian Dalam: 
Kencing manis (diabetes melitus): 15 gram brotowali, 15 gram daun sambiloto kering, 15 gram daun kumis kucing kering direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan airnya diminum.
Demam kuning: 10 gram batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring, tambahkan madu secukupnya dan diminum 2 kali sehari masing-masing 150 cc.
Demam: 10 gram batang brotowali direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum 2 kali sehari masing-masing 100 cc, tambahkan madu secukupnya.
Rematik: 15 gram batang brotowali dicuci dan dipotong-potong kemudian direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring, tambahkan madu secukupnya diminum. Lakukan 2 kali sehari.
Malaria: 10 gram brotowali direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing 100 cc.
Radang hati: 10 gram brotowali, 30 gram temulawak direbus dengan 600 cc air, air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum sebanyak 2 kali.
Menambah Nafsu Makan: 10 gram brotowali, 20 gram temu kunci direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan diminum 1 kali sehari. ( Data dari berbagai sumber)

4 komentar:

  1. Yang butuh bibit atau simplisia brotowali bisa hubungi kami di chasiapro@gmail.com atau 082136712513 Siap kirim ke seluruh Indonesia. @Trims Prabowo JOgja

    BalasHapus
  2. bagi rekan semua yang membutuhkan brotowali kering (simplisia), brotowali bubuk (powder) serta bahan baku herbal/jamu lainnya seperti daun insulin, jahe, kencur, kulit manggis, daun dewa dan lain-lain bisa hubungi Herbadream di 085702118190. terima kasih

    BalasHapus
  3. bagi rekan semua yang membutuhkan brotowali kering (simplisia), brotowali bubuk (powder) serta bahan baku herbal/jamu lainnya seperti daun insulin, jahe, kencur, kulit manggis, daun dewa dan lain-lain bisa hubungi Herbadream di 085702118190. terima kasih

    BalasHapus
  4. Daun insulin (daun yakon) juga bantu untuk turunkan kadar gula darah.

    Klik http://berkhasiat.web.id/jualan/diabetes-herbal-kapsul-yakon-plus/untuk jelasnya...


    Atau langsung 0813-80-262524 (Ryan) SMS/WhatsApp/Telegram/Line


    BalasHapus